Bentuklahan Dengan Struktur Patahan

     Sesar atau patahan (fault) merupakan salah satu fenomena geologi yang kerap dijumpai di kulit bumi. Sesar sangat berfariasi mulai dari ukuran kecil (minor) hingga ukuran besar (mayor). Sesar sendiri adalah suatu bidang pecah atau rekahan yang disertai dengan adanya pergeseran. Berdasarkan arah gesernya, sesari dibedakan menjadi 5, yaitu
- Sesar normal / sesaru turun (normal fault)
- Sesar naik (reverse fault)
- Sesar mendatar (strike-slip fault)
- Sesar diagonal (oblique fault)
- Sesar rotasi (hinge fault)


     Pada dasarnya, dalam penentuan jenis sesar yang ada di kulit bumi sangat sulit tanpa adanya pemetaan secara detail. Dalam hal ini terdapat beberapa jenis morfologi yang mencirikan akan adanya kehadiran struktur patahan pada suatu daerah yang dapat dijadikan sebagai analisis awal dalam pemetaan untuk mendapatkan sesar / patahan. Berikut adalah ciri-ciri sesar:
  1. Perbedaan ketinggian yang mencolok pada daerah yang sempit
  2. Mempunyai resistensi batuan terhadap erosi yang berbeda dengan elevasi yang relative sama
  3. Adanya kenampakan dataran yang memanjang pada daerah yang sempit
  4. Dijumpai gawir yang lurus
  5. Adanya batas yang curam antara perbukitan / pegunungan dengan dataran rendah
  6. Adanya kelurusan sungai melalui zona patahan dan membelok tiba-tiba
  7. Sering dijumpai mata air pada bagian yang naik / terangakt
  8. pola penyaluran yang umum dijumpai adalah rectangular, rilis, concorted serta modifikasi ketiganya.
  9. adanya penjajaran triangular facet pada gawir yang lurus.
Share:

No comments:

Post a Comment

Clinic Bimbel

Popular Posts

Blog Archive

Followers