Sistem Jaringan Drainase

     Perkotaan memiliki banyak sekali infrastruktur dimana salah satunya adalah drainase yang digunakan untuk mengontrol pergerakan dari air yang bertujuan menanggulangi terjadinya banjir pada perkotaan tersebut. Pada daerah perkotaan terdapat dua jenis sistem drainase yang berkembang, yaitu sistem drainase mikro dan sistem drainase makro.

Sistem drainase mikro

     Sistem drainase mikro adalah sistem saluran dan bagnunan pelengkap drainase yang menampung dan mengalirkan air dari daerah tangkapan hujan. Secara keseluruhan yang termasuk dalam sistem drainase mikro ini adalah saluran sepanjang sisi jalan, selokan, gorong-gorong dan lain sebagainya dimana debit yang dapat ditampung tidak terlalu besar. Pada umumnya drainase mikro ini direncanakan untuk hujan dengan masa ulang 2,5 dan 10 tahun tergantung pada tataguna lahan yang ada. Sistem drainase pemukiman lebih condong ke sistem drainase mikro.

Sistem drainase makro

     Sistem drainase makro adalah sistem drainase yang menampung dan mengalirkan air dari suatu daerah tangkapan air hujan (catchment area). Pada umumnya sistem drainase makro ini disebut juga sebagai sistem saluran pembuang utama (major system) atau drainase primer. Sistem drainase ini mampu menampung aliran yang berskala besar dan luas. Perencanaan drainase makro ini umumnya dipakai dengan periode ulang antara 5 hingga 10 tahun dan pengukuran topografi yang detail mutlak diperlukan dalam perencanaan sistem drainase ini.

<-- Kembali ke materi sebelumnya
Share:

No comments:

Post a Comment

Clinic Bimbel

Popular Posts

Blog Archive

Followers